Lho, masa dibilang kejam hanya karena mencintai? Bukankah cinta itu lumrah. Cinta itu anugerah. Cinta tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan ini, karena cinta adalah awal dari segalanya. Cinta adalah awal dari kehidupan. Dan seterusnya.... dan seterusnya.
Jika kita berbicara tentang cinta maka tidak akan ada habis-habisnya. Cinta adalah salah satu topik yang tidak pernah lekang oleh zaman. Ia akan tetap diperbincangkan sampai kapanpun jua. Katakanlah, cinta adalah topik yang abadi. Hal itu pula lah yang menyebabkan saya menulis tema ini. Tapi apa yang saya katakan di awal bukan sebuah pernyataan bohong dan asal, nyatanya memang kita bisa menjadi sangat kejam karena mencintai.
![]() |
| gambar dari pixabay.com |
Mencintai dengan sembarangan dan serampangan bisa membuat seseorang menjadi buta. Itulah mengapa cinta dapat membutakan segalanya. Cinta (yang salah) menjadi penyebab perpecahan dalam keluarga. Cinta (yang salah) menjadi pemutus hubungan yang telah dijalin sedemikian lama. Cinta (yang salah) adalah petaka, yang dapat menyengsarakan seseorang jika tidak dapat mengendalikannya.
Sisa-sisa cinta
Pernah sadar tidak, Sob, bahwa sebenarnya kita ini kejam. Tau kenapa? Karena kita berani mencintai!Silakan jujur pada diri sendiri, kamu pasti memiliki hal-hal yang kamu cintai di dunia ini. Entah itu orang lain ataupun harta benda.
Kamu mungkin mencintai seseorang dengan sepenuh hatimu. Hari-harimu tiada sempurna tanpa kehadiran orang itu. Sehingga apa-apa dan di mana-mana kau selalu memikirkannya, cintamu itu.
Kamu mungkin mencintai sesuatu dengan sepenuh hatimu. Kamu menjaganya dengan sekuat tenaga. Kamu berjuang memberikan pelayanan dan perhatian terbaik. Alasannya amat sangat sederhana: karena cinta.
Tatkala cinta telah menggenapi hati seseorang maka orientasi orang itu adalah untuk apa yang ia cintai. Maka wajar apabila seseorang mencintai manusia maka ia akan berbuat apapun untuk manusia yang dicintainya itu. Apabila seseorang mencintai harta maka ia akan berbuat apapun untuk harta yang dia cintai itu.
Karun mati bersama harta yang dicintainya, Allah tenggelamkan ia karena kepongahannya.
Firaun mati bersama jabatan yang dicintainya, Allah tenggelamkan ia karena kepongahannya.
Tapi Ibrahim kecil lincah untuk berpikir tentang siapa yang harus dicintainya melebihi siapapun juga. Ia hancurkan patung-patung yang dibuat oleh ayahnya sendiri. Dalam kasus ini, Ibrahim memilih untuk membangkang kepada orangtuanya demi cinta yang lebih ia hargai. Cinta kepada Allah, pada Tuhannya.
Terkadang seseorang mencintai seseorang lainnya dengan keterlaluan, sehingga cinta ia pada Tuhannya hanyalah sisa-sisa semata--atau bahkan tidak bersisa sama sekali. Ia lalaikan kewajibannya untuk beribadah karena cintanya pada manusia. Seakan bukan dari Tuhannya, cinta yang menghidupkannya itu.
Terkadang seseorang mencintai harta bendanya dengan keterlaluan, sehingga cinta ia pada Tuhannya hanyalah sisa-sisa semata--atau bahkan tidak bersisa sama sekali. Ia takut hartanya berkurang jika disedekahkan. Seakan bukan dari Tuhannya, semua harta yang telah ia kumpulkan itu.
Pernah sadar tidak, Sob, bahwa sebenarnya kita ini kejam. Tau kenapa? Karena kita berani mencintai!
Yap, kita kejam karena berani mencintai selain Allah lebih besar daripada cinta kita kepada-Nya. Kita kejam karena kita mencintai Allah dengan sisa-sisa cinta yang kita punya. Padahal kita tahu, tapi pura-pura tidak tahu, bahwa kehidupan kita berawal dari cinta-Nya dan akan kembali pada-Nya.
Maka sahabat, cintailah Allah sebab Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi “Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekatinya satu hasta, dan jika dia mendekati-Ku satu hasta Aku akan mendekatinya satu depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari)
Kurang cinta apa coba Allah sama kita? Oleh karena itu, cintailah Allah dengan sepenuhnya. Cintai Dia di atas cinta-cinta yang lain.
Sebarkan tulisan ini agar mencerahkan orang lain dan sebagai bentuk cintamu kepada saudara-saudaramu, cintamu kepada Allah. Semoga Allah mencintai dan melindungi kita semua.[]

0 Komentar untuk "Sisa Sisa Cinta"