Allah mengharamkan babi dalam beberapa firman dalam Al Qur'an, kamu bisa buka Al Qur'an terjemahan pada surat Al Baqarah 173, Al
Maidah 3, Al An’am 145 dan An Nahl 115.
Sesungguhnya Allah hanya
mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang
disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang
terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui
batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS:An Nahl 115).
Nah, haramnya babi itu sudah jelas dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pertanyaan yang tersisa sekarang adalah, mengapa Allah menciptakan babi lalu mengharamkannya, beberapa alasan di bawah ini menjelaskan semuanya.
1. Menjadi Pembelajaran Untuk Tidak Mengikuti Tabiatnya
Kita semua tahu bahwa babi suka main di tempat yang kotor dan babi termasuk hewan pemalas dan jorok. Saking joroknya, babi bisa makan kotorannya sendiri. Selain itu tak jarang babi mengencingi dahulu makanannya sebelum disantap. Hiii.
Babi juga rakus, semua hal yang ada di depannya bisa ia lahap begitu saja. Lebih jauh lagi, ada penelitian yang menyatakan bahwa kadang babi memuntahkan makanan yang baru dimakannya untuk dimakannya kembali.
Tentu dengan sifatnya yang jorok, malas
sekaligus kotor menjadikan kita harus menjauhi segala tabiatnya karena
jika tidak, kita sama saja dengan seekor babi.
Babi juga termasuk hewan yang buruk dan
telah Allah firmankan dalam Al Quran dimana kaum terdahulu yang
membangkang dikutuk oleh Allah menjadi seekor babi.
“Katakanlah (Muhammad), “Apakah Aku akan
beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari
(orang fasiq) di sisi Allah? Yaitu orang yang dilaknat dan dimurkai
Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang
yang) menyembah thagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih
tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al Maidah 60)
Semoga dengan jawaban ini memperkuat
keyakinan kita dan tidak mudah goyah lewat pertanyaan-pertanyaan dari
umat yang hanya ingin menghancurkan Islam.
2. Guna Menguji Manusia
Allah terkadang menciptakan sesuatu
sebagai bahan ujian bagi manusia apakah akan patuh ataukah melanggarnya.
Contohnya babi ini, dimana jika orang memakannya maka ia telah gagal menghadapi ujian tersebut. Sebaliknya, jika ia tidak memakannya berarti ia telah lulus dari ujian tersebut.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:
“Dialah (Allah) yang menciptakan mati
dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling
baik amalnya.” (QS Al Mulk 2)
3. Membuat Manusia Layak Menjadi Khalifatullah
Bukankah kita tahu bahwa dalam sejarah Nabi Adam dijadikan oleh
Allah sebagai seorang khalifah di muka bumi. Jika kita artikan secara dalam, tugas tersebut adalah untuk memakmurkan bumi yang manusia tempati.Berbagai jenis makhluk hidup maupun hewan yang dianggap tak bermanfaat
ternyata menjadikan manusia lebih kreatif dan berkembang secara
intelektual. Contohnya saja babi dimana dengan adanya penciptaan babi,
membuat manusia mengetahui berbagai bibit penyakit yang dibawa oleh
binatang kotor tersebut. Dengan demikian, manusia pun akan berusaha
untuk mencari atau meneliti obat terhadap penyakit itu.
Beberapa penyakit yang berasal dari babi
diantaranya adalah cacing pita dan flu babi (Swine influenza) yang kini
mulai ada obatnya.
Wallahu A’lam
Sumber: Islamedia

0 Komentar untuk "Ternyata Ini Alasan Mengapa Islam Mengharamkan Babi"