"Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya". (HR. At-Tirmizi)
Kita kutip petikan yang berbunyi "tentang masa mudanya dimana dia usangkan" yang dapat diartikan sebagai bagaimana anak Adam tersebut menjalani masa mudanya hingga sampai masa tuanya. Lantas bagaimana cara mengisi masa muda itu dengan baik? Tentu saja dengan menjadi pemuda Islam yang baik agar kelak Allah teguhkan kedudukan kita, semoga Allah berkahi masa muda kita.
![]() |
| Semangat pemuda via ruangfana.blogspot.com |
Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah
Mereka adalah pemuda yang menolak secara tegas prinsip "muda hura-hura, tua baru ibadah". Mereka adalah pemuda yang sadar bahwa kehidupan dunia ini tidak bisa diprediksi. Tidak ada jaminan mereka akan mendapati masa tua. Oleh karena itu mereka mengisi hari-hari mereka dengan beribadah kepada Allah. Mereka tumbuh bersama ibadah mereka itu. Mereka tidak merelakan waktu muda mereka habis untuk sesuatu yang tidak memberikan manfaat pada diri mereka, keluarga dan orang lain yang membutuhkan uluran tangan mereka.Pemuda yang hatinya terpaut kepada mesjid
Mereka adalah pemuda yang merasa nyaman buat nongkrong di mesjid ketimbang di kafe atau di tempat nongkrong lainnya. Mereka berusaha sebaik mungkin untuk menghadiri shalat berjamaah di mesjid. Mereka berkegiatan di mesjid: belajar maupun mengajar. Di mesjid mereka merasakan ketenangan hati sehingga mereka betah untuk berlama-lama. Tatkala Ramadhan datang, tidak usah disuruh, mereka akan dengan ringan melangkahkan kakinya untuk datang ke mesjid dan ber-i'tikaf di sana.Pemuda yang bersahabat dengan orang lain karena Allah
Tidak ada persahabatan yang lebih baik dari persahabatan karena Allah. Persaudaraan karena Islam. Hubungan yang seperti itu akan memberikan kehangatan di antara mereka. Mereka saling mencintai dan saling mengingatkan pada kebenaran. Mereka saling menasehati dan menjaga diri dari kemaksiatan. Ketika bertemu di jalan, pemuda-pemuda ini akan saling bertukar salam. Mereka gemar mengirim rabithah atau doa untuk sahabat mereka. Mereka ikut senang saat orang lain senang dan ikut sedih saat orang lain mendapati kesedihan.Pemuda yang menolak ajakan berzina dan menjauhkan dirinya dari dosa besar itu
Pemuda ini adalah pemuda yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Mereka sangat takut kalau Allah marah. Mereka menjaga pandangan dari yang bukan haknya. Mereka menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang mendekatkan diri mereka dengan perbuatan zina. Mereka orang-orang yang teguh dan tidak menawar Islam untuk kepentingan mereka. Contoh nyatanya Yusuf AS yang menolak ajakan perempuan-istri-pejabat-kerjaan itu. Atau seperti pemuda yang melumuri tubuhnya dengan kotoran demi menghindarkan dirinya dari godaan perempuan cantik, kaya dan terpandang.Pemuda yang menangis dalam kesunyian malam
Pemuda yang "cengeng" di hadapan Tuhannya. Pemuda yang suka "ngadu" kalau-kalau dijerat berbagai masalah. Pemuda yang "gemar" meminta apa-apa. Toh, pada siapa lagi kita mengadu dan pada siapa lagi kita meminta pertolongan jika bukan pada Allah Sang Pemilik Segalanya. Bukankah itu yang kita lafalkan dalam setiap rakaat shalat kita? Waktu di pertigaan malam adalah waktu mustajab bagi doa-doa, waktu di mana Allah akan mendengar rintihan dan permintaan hambanya. Pemuda yang sering menangis di kesunyian malam (dalam munajatnya) adalah pemuda yang tidak ujub/sombong dengan tampan/cantiknya parasnya, dengan kuat dan tangguhnya tubuhnya atau segala sesuatu yang Allah lebihkan padanya. Mereka adalah pemuda yang sadar betul bahwa tanpa Allah mereka bukan apa-apa--bahkan mungkin tidak lebih baik dari sebutir debu.Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungannya.
"Ada 7 golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari itu, tidak ada naungan, kecuali nanungan Allah. Golongan tersebut adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mengasihi karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang berkedudukan dan berwajah elok (untuk melakukan kejahatan) tetapi dia berkata, 'Aku takut kepada Allah!', seorang yang memberi sedekah, tetapi dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga menetes air matanya." (HR Bukhori)
Sebagai penutup tulisan ini bolehlah kita mengingat kalimat populer dari salah seorang proklamator negeri ini, Soekarno, yang dengan lantang mengatakan "beri aku 10 pemuda, maka akan kugoncang dunia". Kalimat tersebut mengandung makna betapa kuatnya dan hebatnya pemuda di dalam peradaban. Banyak sekali pencapaian besar dilakukan oleh orang pada usia mudanya. Jika begitu, sudah seharusnya kita mengoptimalkan potensi kita untuk mengamankan golden ticket menuju syurganya Allah dengan menjadi pemuda/pemudi Islam sejati sembari memberi arti dan kontribusi bagi keluarga dan negeri di mana kita bernaung. Setujukah kamu? Semoga Allah meneguhkan kedudukan kita dan meridhai segala amal kebaikan kita. Salam hangat, pemuda!

0 Komentar untuk "5 Golongan Pemuda Idaman yang Akan Diteguhkan Kedudukannya"